Jumat, 13 Februari 2009

dok.foto teater
















Label:

3 Komentar:

Pada 20 Februari 2009 pukul 04.43 , Blogger JURNAL ADITYO SAMUDRA mengatakan...

Empat Provinsi Ikut Temu dan Pementasan Teater se-Kalimantan
Banjarmasin, Jumat
Kirim Teman | Print Artikel






Dua puluh grup teater dari empat provinsi di Kalimatan memastikan diri akan ambil bagian dalam acara temu dan pementasan teater se-Kalimantan, yang akan digelar di Taman Budaya Kalimantan Selatan (Kalsel), Banjarmasin, pada 9-15 April ini.
Informasi itu didapat oleh Antara, Jumat (7/4), dari Aspiansyah, salah satu anggota panitia pelaksana acara tersebut dari Yayasan Taman Budaya Kalsel.
Kalimantan Tengah (Kalteng) mengutus tiga grup teater, yaitu Sanggar Mentaya Sampit, Teater Srikandi TGBA Palangka Raya, dan Lingkar Studi Terapung. Sementara itu, ada dua grup dari Kalimantan Barat (Kalbar), yaitu Pondok Teater Pontianak dan Dapur Teater Pontinak.
Kalimantan Timur (Kaltim) mengirim lima grup teater, yaitu Komunitas Teater Samarinda, Bina Teater Kutai Kertanegara Tenggarong, Teater Timur Bontang, Kelompok Sandiwara H, serta tim kesenian dan budaya dari Taman Budaya Kaltim.
Kalsel, yang menjadi tuan rumah, menurunkan grup-grup teater dari berbagai kabupaten dan kota, seperti Sanggar Air dan Posko Labastari dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Komunitas Teater Wow dan Front Budaya Godong Kelor Kota Banjarbaru, Komunitas Ilalang FKIP Universitas Lambungmangkurat, serta lima grup teater dari Banjarmasin, yaitu Teater Dua Pijar SMUN 2, Teater Perak SMUN 7, Sanggar Lawang, Sanggar Mentari Surya, dan Sanggar Budaya.
Sejumlah kegiatan dipersiapkan untuk memeriahkan acara di Taman Budaya Kalsel, yang terletak di Jl Brigjen Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin tersebut. Misalnya, lomba mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak akan diadakan pada 12 April 2006 mulai pukul 10.00 WITA.
Pementasan teater juga akan diselingi dengan acara bincang-bincang sastra bersama tamu dari Yayasan Bengkel Seni Jakarta, penulis cerpen kelas nasionalnGerson Poyk, dan aktor kawakan Slamet Rahardjo Djarot, kata.
Akan pula diselenggarakan acara bincang-bincang seni teater dan film pada Sabtu (15/4), mulai pukul 10.00 WITA di Gedung Wargasari, kompleks Taman Budaya Kalsel.
Tak hanya seni teater yang akan digelar. Seni instalasi juga akan dipamerkan di lingkungan Taman Budaya Kalsel. Para seniman teater peserta acara itu juga akan bekerja sama untuk sebuah happening art.

Sumber: Ant
Penulis: Ati

 
Pada 20 Februari 2009 pukul 04.44 , Blogger JURNAL ADITYO SAMUDRA mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

 
Pada 20 Februari 2009 pukul 04.54 , Blogger JURNAL ADITYO SAMUDRA mengatakan...

CONTOH TUGAS MENCARI BERITA/ARTIKEL TEATER
BAGI SISWA/SISWI SMA JAKARTA RAYA SMESTER 2 - TAHUN 2009
Aduh..!! cermin egoisme manusia
Ditulis pada Desember 26, 2008 oleh teaterdelik
(Solopos)
Kerasnya kehidupan bisa membuat seseorang menjadi egois dan selalu menaruh curiga pada orang lain.
Sifat egois dan krisis kepercayaan itu terus saja berlanjut, bahkan saat menemukan orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan pun ia masih berpikir. Seolah tindakan menolong adalah sesuatu yang mahal yang tidak dengan gampang diobral.
Cerita itulah yang tergambar dalam pertunjukan teater berjudul Aduh..!! di Teater Arena, Taman Budaya Surakarta, Senin (22/12) malam. Pementasan yang digelar oleh Teater Delik, Fakultas Hukum, UNS itu berawal ketika sekelompok orang menemukan seseorang yang sekarat di depan sebuah rumah.
Mereka bukannya segera memberi pertolongan kepadanya namun justru berdebat antara memutuskan menolong atau tidak. Ada seseorang yang menolak, karena mengaku pernah menolong orang yang sakit, tapi ia justru ditipu dan dimanfaatkan olehnya.
Namun ada pula orang yang ingin segera menolongnya, tapi ia tidak bisa melakukannya sendiri karena paling tidak butuh dua orang lainnya untuk mengangkat tubuh orang yang sekarat itu.
Mereka terus saja berdebat hingga orang yang sakit itu meninggal. Mirisnya, mereka juga tidak segera turun tangan bahkan perdebatan itu terus berlanjut antara menguburkannya atau tidak.
Saat perdebatan itu berlangsung, tiba-tiba salah satu di antaranya kesurupan. Roh orang yang meninggal itu masuk dalam tubuh itu dan meminta untuk segera dikuburkan. Pada akhirnya, orang yang meninggal itu pun dikuburkan, meski, tidak semua tokoh dalam pementasan itu melakukan tindakan yang sama.
Banyak orang egois
Hanya tiga orang yang bersedia menguburkan mayat itu, sementara yang lain tetap acuh bahkan berlalu begitu saja.
Dalam pementasan naskah Putu Wijaya itu juga terdengar suara gonggongan anjing yang merupakan sindiran bagi orang yang hanya banyak bicara namun tidak melakukan tindakan apapun untuk menolong orang lain.
Sutradara pertunjukan itu, Setiawan saat ditemui Espos usai pertunjukan mengatakan cerita yang diangkat dalam Aduh..!! sangat sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini. ”Pada zaman sekarang ini banyak orang yang egois dan bawaannya penuh curiga, menolong orang lain yang jelas-jelas membutuhkan pun masih pikir-pikir.”
Ia menambahkan pertunjukan teater dengan lakon serupa juga telah dipentaskan oleh Teater Delik di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Sabtu (13/13), lalu. - Oleh : Tutut Indrawati
diterbitkan di Solopos edisi 24 Desember 2008
http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h11&id=253959

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda